
Semangat kompetisi dan sportivitas mewarnai pelaksanaan kejuaraan Kartini Cup Petanque 2026 yang digelar di Lapangan Petanque Lumintang, Denpasar, pada 29–30 April 2026. Sebanyak 183 atlet petanque dari berbagai kabupaten/kota di Bali turut ambil bagian dalam ajang tahunan yang kini memasuki penyelenggaraan tahun keempat tersebut.
Kejuaraan ini didominasi oleh atlet tingkat SMP, dengan Kota Denpasar menjadi daerah penyumbang peserta terbanyak. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa olahraga petanque semakin berkembang dan diminati generasi muda di Bali.
Ketua Umum Pengkot Federasi Olahraga Petanque Indonesia, Agus Wirajaya, menjelaskan bahwa Kartini Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana evaluasi kemampuan atlet sebelum menghadapi kejuaraan yang lebih besar seperti Porjar maupun Porprov Bali. Menurutnya, pertandingan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet karena mampu menunjukkan hasil dari latihan yang telah dijalani selama ini.
“Kejuaraan ini menjadi wadah untuk melihat perkembangan teknik atlet sekaligus mencari bibit-bibit potensial yang nantinya bisa dibina menuju level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Selain mengejar prestasi olahraga, Kartini Cup juga membuka peluang bagi atlet muda untuk mendapatkan kesempatan pendidikan melalui jalur prestasi, khususnya bagi atlet tingkat SMA yang berpotensi memperoleh beasiswa.
Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia, Putu Yudiatmika, menilai ajang seperti Kartini Cup memiliki peran penting dalam membangun mental bertanding dan daya saing atlet daerah.
Ia menegaskan bahwa pembinaan olahraga di Denpasar diarahkan agar mampu mencetak atlet mandiri yang dapat bersaing hingga tingkat nasional.
“Kami ingin atlet binaan daerah mampu berkembang dari proses pembinaan sendiri dan memiliki daya saing kuat untuk tampil di kejuaraan nasional,” jelasnya.

Berdasarkan data kepesertaan, Denpasar mengirimkan 73 atlet, diikuti Badung 44 atlet, Tabanan 22 atlet, Bangli 18 atlet, Karangasem 16 atlet, Gianyar 8 atlet, dan Klungkung 2 atlet. Sementara itu, Kabupaten Buleleng dan Jembrana belum turut mengirimkan atlet pada kejuaraan tahun ini.
Melalui Kartini Cup 2026, diharapkan olahraga petanque semakin dikenal luas dan mampu melahirkan atlet-atlet muda Bali yang berprestasi di tingkat regional maupun nasional.
Oleh – Ni Wayan Sukma Adnyani

